Are you the publisher? Claim or contact us about this channel


Embed this content in your HTML

Search

Report adult content:

click to rate:

Account: (login)

More Channels


Showcase


Channel Catalog


Channel Description:

Design and Creativity Blog.. A visual designer from Rembang-Indonesia. Talking about design and creativity. Services visual branding: 3D design and animation, logo design, web design, UI/UX, booth exhibition He also known as logo designer in Semarang, Jakarta, Bandung, Medan and Surabaya. Now, the clients almost 250 (UKM and Corporation) handled. Our design to be more than just pretty design. we make them educational and sales tool to take your company to the next level.

older | 1 | 2 | 3 | (Page 4) | 5 | 6 | newer

    0 0
  • 05/16/13--17:18: MEMVISUALKAN #JOMBLOASEAN
  • ASEAN Blogger Festival 2013 telah usai. Sepenggal kenangan bertemu dan berkenalan dengan para blogger seantero ASEAN menambah semangat untuk terus nge-blog. Semangat mereka seperti tak bisa dihentikan oleh jarak dan waktu. Semua bahagia, semua sumringah bersua. 


    Namun memnag benar terjadi pameo mainstream"ada pertemuan pasti ada perpisahan" dan harus benar-benar dijalani trah ini. 

    KasunanSurakarta membuat perpisahan semakin menjadi dan begitu sakral, walau saya harus naik taxy, karena bus tidak mau menjemput kami yang tertinggal. Ya... mudah saja.... pasti saya terlambat pulang ke Sahid Jaya. Padahal teman serombongan siap sedia untuk pulang ke Semarang.

    Kritik Tanpa Solusi

    Terus apa sambunganya dengan #JombloASAEN ?... sudah nikmati baca saja...
    Acara kemarin benar-benar membuat saya bebas-lepas menikmati suasan Solo yang begitu akrab. Jujur saya tidak membawa gadget apapun keculai HP seharga 100 ribuan untuk sekedar SMS dan phone. 

    Bagi saya lho... menikmati keakraban teman-teman Blogger sewaktu offline ya begitu. Tidak menghamburkan pandangan ke gadget untuk skroling twitter. Update status, atau posting blog sewaktu acara demi mendapat hadiah. enaknya ya mengakrabi suasana acara. Entah setelahnya mau gimana ya sumonggo.. :)

    Ya... saya tahu sih... keejawantahan blogger memang begitu. Lah ya masak iya... menyia-nyiakan networking dengan teman luar jawa, luar negeri dengan acara nunduk melulu di gadget. Ndak asik ah...

    Terus apa lagi ya menjadi konsen saya di acara tersebut?..
    Saya tergolong asik sendiri dengan acara. Bisa keluar masuk tempat acara. Bahkan saya sempat keliling jalanan Solo saat acara berlangsung untuk bikin kartu nama hehe... Maaf panitia... ini kan bagian dari networking :)

    Selama cara ternyat teman-teman yang sibuk dengan gadgetnya memberitahukan bahwa ada yang nyinyir tentang ABFI ini. entah mereka menuliskan apa tentangg ABFI yang katanya ada tandingan acara yang disebut #KopiKere. Heran ya ada-ada saja. Ya..inilah ndak asiknya bawa gadget. Asik-asiknya acara mereka malah ribut, ngedumel sendiri, malah bikin dosa. 




    Acara sebaik apapun, pastilah ada sesuatu yang kurang. Apalagi acara ini ditangai oleh para Blogger yang seharusnya juga ikut menikmati keakraban. Bukan jadi panitia. Kalau Blogger sudah jadi EO plat merah tentunya, blogger-blogger yang lain jadi memberikan muka acuh. Berpikir blogger panitia menghalalkan kongsi-kongsi Pemerintah. Mungkin itu yang hinggap oleh penyelenggara #KopiKere.

    Kalau memang begitu ya.. seharusnya penyelenggaraan diserahkan kepada EO profesional. Kalaupun ada di kepanitiaan, hanya sebagai SC (Sterring Comittee) yang hanya mencurahkan konsep acara. Sedangkan eksekusinya ya EO saja, toh...kalaupaun ada kesalahan tinggak jitak aja tuh EO. Apalagi EO sekarang bisa kok di DP atas kinerja mereka dulu. Soalnya saya juga beberapa tahun di EO sih...jadi agak tahu.

    Ah..pasti ada yang berpikir. Itu tak semudah yang kau pikirkan whiz....
    Hehe..sesuatu tidak akan mudah jika tak dijalankan. 
    Sudahlah percaya, jangan tutup pikiran dengan kongsi-kongsi uang pemerintah.

    Stop loh kok saya bikin dosa lagi..... Ngrasani acara.
    Oh ya..maaf posting ini tidak berimbang. Karena saya ndak tahu dan ndak mau (terlalu)tahu dengan #KopiKere. Karena aku belum kenal sih... Memang sebaiknya kenal atas nama blog bukan nama acara.
     
    PAKE hashtags #JombloASEAN yak!

    Setelah merajut keakraban selama acara, ndak asyik dong kita berhenti networking dengan sesama peserta. Nah.. #JombloASEAN menjadi perantara penyambungan kembali sillaturrohim.

    Hashtags#jombloASEAN bukan resmi, malah menjadi dialog yang buka-bukaan. Merasa menjadi satu jiwa dengan ke-jombloan, walaupun saya yakin banyak yang ndak jomblo hehe...Justru usaha untuk membuka hati inilah yang menjadi pembicaraan menjadi asik, tanpa tendensi apa-apa. Jomblo itu berwarna-warni dan tentunya kreatif.

    Semoga #JombloASEAN menjadi sesuatu yang bisa lebih menyatukan jiwa para blogger yang telah terkotak. Manjadi satu hati, menjadi pembuka trah blogger yang mengusung persahabatan daripada idealisme lu junior, gue senior. 

    Ah... ndak tahu lagi harus nulis apa. Lebih baik berkarya.
    semoga Blogger manjadi yang baik-baik saja.
    blogger yang mengkultuskan kebersamaan demi kemajuan Indonesia.

    Ah..sudah.. terima kasih telah scrolling lanturan saya....

     
       

      ALSO ON WHIZISME   


    0 0
  • 05/19/13--06:30: BLOGGERS AS MARKETEERS
  • Tulisan ini saya buat untuk selalu mengingat dan mempelajari presentasi dari Hermawan Kartajaya (Founder/ CEO MarkPuls, Inc). Pembahasan yang menarik, @Hermawank menyilangkan Blogger dengan Marketing dan diharapkan lahir peranakan blogger yang menjual dirinya sebagai brand

    Oh ya.. presentasi ini dipaparkan di acara ASEAN Blogger Festival 2013 oleh ASEAN Blogger dan Telkom Indonesia di Solo. Sebenarnya banyak yang memberikan materi disana seperti Thomas Bill (US Mission for ASEAN), @Hazpohan (Kemenlu), Suparwoto (Keminfo), Fransesca Nina (Kemenkraf), KH. M.Dian Nafi' (Ulama), Budi Post (CEO The Jakarta Post Digital), @Tweetvenus (Blogger)

     

    Di posting ini saya paparkan presentasi @Hermawank, karena sebelumnya saya membaca buku Superhero Juga Manusia yang mengedapkan konsep Marketing 3.0 (Human Spirit). Plus karena saya juga dapat tanda tangan di buku itu saat acara berlangsung hehe...

    MARKET CHANGING

    Di lanskap Marketing @Hermawank setidaknya mencatat pergeseran 3 besar (Global Shift) yang melanda lini kehidupan, termasuk lini bisnis. So..suka tidak suka akan berimbas dan kita mengikutinya. 

    Pertama, pergeseran dariekslusif menuju inklusif. Sebagai blogger setidaknya tahu bahwa teknologi informasi telah mengamburkan batasan antar industri, dan antar konsumen. Sehingga terciptanya lini bisnis yang sosial dan transparan. Konsumen bahkan bisa menjadi penasehat brand.

    Kedua, fase vertikal ke horisontal. Wacana media yang dulu terlahit di arus utama seperti koran dan TV, kini fenomena sosial media bisa saja menumbangkan rezim-rezim yang diktator, atau penegakan hukum yang salah. Contoh saja kasus Prita dan Kasus Arab Spring yang merobohkan kekuasaan Husni Mubarok, Moammar Khadafi.

    Begitu juga dengan Bisnis manajemen tangan besi, kemungkinan tidak akan bertahan lama. Perusahaan yang mnginginkan untung belaka, membidik konsumen sebagai target, hendaklah memosisikan diri sejajar dengan konsumen sebagai teman. 

    Ketiga, pergeseran dari individual menuju sosial. Konsumen sekarang lebih gampang berinteraksi dan membangun komunitas dengan media sosial. Tidak hanya di online media offline, acara daring-pun menjadi kewajiban interaksi antar anggota. Dari situlah tercipta keakraban, harapan ataupun kegembiraan. atau mungkin juga curhat suatu produk. 

    Jokowi sebagai contoh Walikota Solo yang disebut @Hermawak The Rocker. Award Jokowi sebagai Marketer of the Year kategori Government & Public Services 2010 tak salah diberikan. 

    Di gelaran #ABFI2013 kemarin saya pun menahu bahwa Solo memang Kota budaya yang ramah akan tamu. Kota publik, yang memberikan seluas-luasnya wilayah untuk masyarakat. Yang baru di solo adalah Urban Forest yang berada di pinggiran Sungai Bengawan Solo. 

    Relokasi tempat tinggal penduduk disekitar sangatlah menjunjung Human Spirit. Tidak ada paksaan melainkan keikhlasan untuk pindah dan dibangunkan rumah baru dengan sertifikat hak milik. It's cool ...

    YOUTH, WOMEN, AND NETIZEN (YWN)

    Komunitas menjadi penentu masa depan baik di Indonesia maupun dimanapun. @hermawank percaya akan 3 komunitas, yaitu komunitas anak muda (youth), perempuan (women), dan netizen yang akan memimpin pasar.

    Kiranya di gelaran ASEAN BLOGGER FESTIVAL 2013 terdapat mix diketiganya. Terdapat anak muda yang selalu berpikir di masa depan. Tipikal anak muda tidak punya beban masa lalu sehingga bebas dalam kegiatan yang mereka mau.

    Sedangkan perempuan (women) yang selalu memegang prinsip dalam perilaku sehari-hari. Selain itu perempuan memang multi-tasking. Se-sukses apapun perempuan tidak akan kehilangan carenya terhadap anak.

    Nah..kalau kita sebagai Netizen pastinya terbiasa dari mencari informasi, cari berita, update sosial media semuanya pakai internet. Bahkan, kita sering membeli barang denagn media ini. Jadi web/blog yang tingkat trust-nya rendah akan segera lenyap dengan sendirinya.

    Blogger yang selalu open, memiliki konten hendaknya merangkul ataupun masuk dalam komunitas-komunitas YWN. Jika bisa memanfaatkan dengan baik, maka imbasnya brand kita akan semakin bermanfaat dan diingat tentunya.

    Siapkah kita yang telah terkoneksi di #ABFI2013 menjadi pemasar brand sendiri ataupun ASEAN?...

    Lebih asyiknya perlu disimak presentasi @Hermawank tentang "13 Game Changers Bloggers as Marketeers"... Semoga bermanfaat. :)



    0 0

    Pernah saya berpikir bahwa hirarki pendidikan di Indonesia masih membesarkan ilmu eksakta sebagai acuan utama. Kemudian kita ngeh dalam kegiatan seni, seolah kegiatan berkesenian larut dalam pelajaran "bergengsi" dan hanya penambah pelajaran saja. 

    Kita disusun menjadi prajurit catur yang diatur dengan pameo "anak IPA itu keren lho".... . Anehnya...pengaturan itu masih ada sampai sekarang.

    Kalau ditelisik lebih dalam, kesemua ilmu (mata pelajaran) akan menjadi berkesinambungan dan menjadi keren jika dilakukan sesuai minat. Rene S menyebutnya sebagai passion

    Sebagai contoh saja Biologi sebagai ilmu pasti, dalam visualisasi anatomi perlu adanya orang yang ahli dalam komunikasi visual untuk menjadikanya sebagai gambar informatif. Kesinambungan antara 2 ilmu yang berbeda ini akan menjadi sesuatu yang saling melengkapi. 

    Jadi kesenian akan menjadikan kita lebih berempati, lebih merasakan serta memakai hati dalam semua pekerjaan lainya. So..tidak ada lagi orang yang ahli dibidangnya tapi, tidak menjadikan ilmunya bermanfaat dan merugikan. Benar juga kalau di iklan rokok tertulis tagline "Semua ada Seninya..."Bedewe suka pelajaran kesenian ndak sih kamu?...

    design presentation, presentasi, design, whizisme, desig & creativity

    Beberapa hari kemarin (24/5) saya diundang untuk sharing tentang desain. Sebenarnya saya mulai berpikir saat dihubungi untuk mengisi acara. Hal yang terpikir pertama kali adalah bagaimana supaya presentasi saya bisa menjelaskan & memahamkan mahasiswa Keperawatan FK. Undip ini dengan bahasan desain.

    Seandainya sharing dengan anak-anak DKV ataupun di Seni Rupa ini akan menjadi lumrah. Karena tentunya mereka sudah mengetahui dasar dari desain, saya tinggal mengembangkan saja.

    Namun ternyata pandangan saya berbeda. Anak-anak perawat ini justru sudah ada yang bisa men'desain' dengan baik. Eh..ternyata juga mereka mengadakan kompetisi desain bertema research keperawatan. So..saya juga didaulat menjadi jurinya seketika itu.

    Peserta yang kebayanyakn cewek ini, Alhamdulillah bisa paham dan antusiasnya tinggi. Saya tahunya sih...ketika sesi fotografi ndak ada yang bertanya. Oh ya..Jadi ada 3 sesi di acara ini. Fotografi, Desain, Metode Research.Alhamdulillah... dipresentasi saya banyak yang tanya. Mungkin mereka melihat presenternya yang imut-imut gembul kali yak...:)

    Usut punya usut ternyata di Keperawatan itu ada simulasi atau praktek keperawatan, nah...pembelajaranya itu divisualisasikan di depan kelas baik grafis maupun multimedia.

    Oh..saya jadi tahu ternyata desain tidak hanya diminati oleh anak DKV saja. Namun Desain ini bisa menyeluruh di berbagai aspek. Karena bagaimanapun kata Steve Job "Design is How it work" dan tentunya "Everyone is Designer".

    Terima kasih KSIK Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Undip telah mengundang & sharing bersama. Semoga lain waktu bisa sillaturrohim + sharing bersama lagi.  See ya...

    Berikut presentasi saya tentang "How To Make Great Design"...
    Semoga bermanfaat....


      ALSO ON WHIZISME   

    0 0
  • 06/09/13--17:35: KLARIFIKASI LOMBA AVATAR ARB
  • Dear Para Designer Grafis rakyat se-Indonesia...
    Salam sayang dan penuh bahagia buat Indonesia.....

    Beberapa bulan ini saya mulai sibuk kesana-kemari, pergi ke pelosok negeri yang lucu ini untuk mengenalkan wajah gantengku ini. Walaupun saya sudah diakui sebagai tokoh bangsa, saya tetep dan harus menyapa rakyat , lebih-lebih saya mau nyapres.Waduh ketahuan niat saya.

    Tapi ndak apa-apalah, bila sillaturrohim bersama rakyat yang belum mengenal saya. Apalagi nama saya mulai dijatuhkan karena sederetan kasus Lampindhul yang kini tanpa ujung, bahkan katanya tambah parah. Entah berita terbaru ini sedikit menggembirakan saya, ternyata ada penemuan gunung di dasar tanah dan berita itu ndak dibuat oleh crew TV saya lho. 

    Dan aku kangen kalian Rakyatku...Pilihlah aku...


    Lomba Avatar ARB
    Kalian ingatkan... apalagi kalian yang berprofesi desainer grafis. Bulan lalu saya launching program & Lomba Avatar ARB (Atap Rumah Babeh). Mengingat keberhasilan Jokowow menggunakan team SocMed yang berhasil mengobrak-abrik mindset kepemilihan rakyat Jakarta dan seharusnya saya melalui ARB wajib juga mengekornya. Bagaimanapan juga suara wajib banyak dengan cara apapun.

    Nah..pasti kalian sudah tahu apa yang saya maksud kan?...

    Saya sudah membaca bully-bully kalian terhadap lomba ini. Apalagi yang menang dan mendapat 10 juta menurut kalian itu ndak layak. Hehehe....kemudian saya tersenyuam kecut. 

    Wahai Designer Grafis rakyat Indonesia...
    Ketika team saya merancang ini, saya akan tahu resiko apa saja yang saya hadapi. termasuk bully-bully tadi dan sekali lagi ini saya anggap kecil...kecil sekali....

    Jadi begini kawanku... dan kalian harus tahu. Lomba ini adalah sebagian kecil campaign saya menuju orang nomer wahid di Indonesia. Saya hadiahkan 120 juta selama setahun dan uang segitu kecil..kecill sekali..... Uang sebesar itu bisa digantikan iklan bebrapa jam di TV dibawah manajemen anak saya. 

    Saya lebih senang terkenal lewat bully2 semacam itu. Ini permulaan saja ketika orang sudah tahu siapa saya setelah itu team siap mengobrak-abrik pikiran kalian. Menang-kalah itu soal nanti yang penting asyik di permainan ini. 

    Saya memang sengaja mengulur-ulur ini supaya kalian mulai terlena dan terus skrolling sampai tuntas.

    Mungkin kalian yang membaca ini termasuk designer yang kalah di lomba avatar ini .... Mau marah?... silakan...Saya anggap kalian sebagai hiburan saja. ini kecil..kecil sekali...

    Kalian harusnya tahu juga wahai Designer Grafis rakyat Indonesia yang ikut lomba saya. Oh..ya udah baca peraturanya belum?... Seandainya saja kalian membaca dengan baik aturanya, kalian pasti legawa terhadap pemenang lomba. 

    Sistem polling atau kalian sebut "like" itu lebih asyik daripada lomba design beneran. Ndak perlu sewa juri designer beneran yang pasti mengeluarkan idealismenya saat berkoar. Tenang saya tetap memegang prinsip "Design is How its Work" kok. Pemenang pertama berhasil menjaring 6000 likes dan ini bekerja lho! Tuh kan jadi ketahuan kalo ini bukan lomba design, ini campaign

    Coba bayangkan ya bagaiman team saya menjaring suara banyak lewat lomba ini. Lomba berjalan setahun. Peserta sebulan itu hampir 300-an, bulan Mei saja sebanyak 267 peserta. Jika peserta menjaring like minimal sajalah 5000-an bayangkan berapa buzz yang terjaring di Facebook. Tinggal ngalikan aja yah...

    Oh..ya ditambah lagi avatar yang wajib dipasang di BB. Jadi orang awam yang bukan designer seperti kalianpun ikut2an masang avatar saya. TUh..berapa ribu kali..buzz yang terjadi. Ditambah lagi kritik pedas, bully itu juga buzz yang membantu memeriahkan. Entah itu baik atau buruk, yang penting ramai dulu.

    Team di ARB lebih baik memenangkan avatar yang kurang begitu menarik, tapi memiliki ribuan like daripada design yang bagusnya selangit tapi like-nya sedikit. Ingat lho ini Campaign. Duh..keceplosan lagi saya. Entah berapa kali saya keceplosan di tulisan ini.

    Menantu saya, Nhia Ramdhona menarik perhatian kalian juga kan untuk mengikutinya?... Lewat dia... sebagai PR begitu menggoda kan?.... Apalagi ketika menang kamu akan disalaminya lho... #apaini

    Ternyata di KasKus, perihal Lomba Avatar ARB ini juga menjadi Hot Thread. Walaupuan banyak mem-bully pemenang pertama. Saya malah senang ternyata banyak buzz juga disana. Saya banyak dibicarakan, yang penting terkenal dululah.. Sekali lagi ini campaign. Dan berapa banyak calon Presiden lain yang sekarang dibicarakan di media. Cuman saya kan yang terkenal. Inilah the Power of Cangkem.

    Jadi saran saya bagi designer yang ingin memenangkan lomba ini, jadilah peserta yang yuhuii dalam membaca aturan, dan ndak usah repot bikin design yang keren sundul langit. Mending kamu mikiran seberapa banyak like di designmu entah pake bot atau apalah yang penting like-nya banyak. Toh aturan saya ndak melarangbot. Sekali lagi yang penting banyak "like" itu yang menang. Ingat ya ini campaign.

    Mudahnya kalau ingin menang lomba design apapun, baca dulu aturanya, kemudian konsep, yang terakhir eksekusi visualnya. Ternyata saya amati di lomba desain banyak yang visualnya bagus tapi kalah di konsep. Apalagi kalau ditambah aturan keputusan juri tidak dapat diganggu gugat. See..siapa yang salah. Yang salah ya yang ndak bener. Hehe...
     
    Sudah ah...selamat ikut lomba di bulan berikutnya. Mending saya bermain dengan cucu saya, biarkan kalian desainer grafis yang bekerja nge-buzz.Saya dan team akan berikan kejutan campaign selanjutnya yak! Ayo kumpulkan "like" yang banyak yak....


    Salam,


    Abi Rizil Baker


      ALSO ON WHIZISME   

    0 0

    Masyarakat di Indonesia khususnya Netizen, selama ini pasti hafal dengan cerita sukses Facebook, Google, Microsoft, Apple. Namun masih sedikit yang mengetahui tentang kiprah Detikcom dari mulai berdirinya sampai terjual oleh konglomerat Chairul Tanjung senilai US$ 61 juta. Nilai yang fantastis bukan?. Namun dibalik itu semua buku inilah yang mengupas, merasuk sampai ke dalam markas Detikcom.

    Buku DetikCom, Detik.com, media online, online media
    Beruntungnya saya mendapatkan buku + tandatangan ini langsung dari Sapto Anggoro, penulis sekaligus wartawan pertama DetikCom secara #gretong. Selepas dibeli oleh grup transTV, SAP (sebutan Sapto Anggoro) sekarang mendirikan Merdeka.comdi bawah PT.KapanLagi. Keren yak... startUp digital-nya.

    Mendokumentasikan DetikCom

    Buku setebal 200 halaman ini memaparkan legenda (hidup) DetikCom yang masih sangat berkembang pesat hingga sekarang. Dan asyik-nya lagi penulisnya adalah orang dalam yang mengetahui dapur redaksi maupun bisnis DetikCom.

    Kita akan diajak Sapto Anggora berjalan-jalan menyusuri kantor redaksi, sambil menceritakan siapa pendiri, siapa redaksi pertama, hingga hal-hal yang aneh seperti koin sebagai senjata pamungkas para wartawan saat belum ada handphone.

    Diceritakan juga, selain pelopor media online, DetikCom merupakan perusahaan media yang tidak pernah meminjam uang di Bank, walaupun pernah juga me-PHK karyawan. Walaupun begitu dengan akselerasi yang khas oleh pendiri dan Wartawan yang militan, DetikCom mampu survive hingga sekarang.

    Sapto Anggoro menulis ini bukan sebagai buku panduan membuat media online yang sukses, namun lebih berbicara tentang pengalaman, antara lain bagaimana suka duka memimpin tim marketing sales and promotion (online advertising), padahal di juga komando wartawan lapangan. 

    Tak kalah pentingnya Cak SAP bercerita tentang passion yang sangat tinggi dari pendiri dalam memajukan DetikCom, siapa lagi kalau bukan Budiono Darsono (BDI), Abdul Rahman, Calvin Lukamantara, Yayan Sopyan, Didi Nugrahadi. Kelima pendiri ini pula diceritakan oleh SAP, tentunya dengan arah pandang dia sebagai pewarta pertama DetikCom.

    Namun sayangnya penggarapan buku ini dari segi kaver kurang tergarap dengan apik, seolah ini buku dengan Self Publishing dan harus terkejar waktu. Sesaat saya menemukanya di Gramedia, saya kurang ngeh karena penampilan buku yang ndakart-minded. Tapi keseluruhan isi sangatlah asyik.

    Setelah membaca tuntas (2 hari), dari buku ini setidaknya saya memperoleh pelajaran atas kesungguhan pemilik, pengelola, dan staf yang tak kenal lelah, sampai menghasilkan brand DetikCom yang keren sampai saat ini. Dari awal berdirinya kantor redaksi di bawah tribun GOR Lebak Bulus sampai kantor elite. brand DetikCom telah menjelma menjadi media independen, fair dan cepat. Secara tidak langsung telah menjadikan label positif di benak pengakses dan pengguna DetikCom.

    Dan...
    Pastinya kalian yang baca posting ini juga pengakses DetikCom bukan?....


      ALSO ON WHIZISME   


    0 0

    Membuat MockUp T-shirt sungguh mengasyikkan lho. Jadi kita bisa memilih sesuka hati model ataupun artis sebagai pajangan  desain kaos kita. Tentunya ndak mahal, lah banyak sekali gambar-gambar artis yang menyebar di internet. 

    Keuntungan lain dari MockUp T-Shirt itu, mudah juga merubah warna kaos. Gampangnya ndak bakalan merugi jika terjadi kesalahan warna yang ndak matching dengan gambar. Meriah... karena dilakukan dengan klik saja di software sejuta umat. Photoshop.

    Beberapa hari mencari dan berguru di Mbah Gugel. Akhirnya ketemu juga beberapa turorialnya baik di blog maupun Youtube. MockUp ini saya jadikan sebagai pajangan beberapa desain t-shirt. Ternyata pas dan hasilnya keren. Nemplok banget di kaos. Kayak beneran. Pengin?...

    Yuk kita membuat MockUp T-shirt sendiri. Pasti bisa!!

    DO 1. Memisahkan Tshirt dengan Model
    Untuk step pertama ini silakan download gambar yang saya sediakan disiniSebagai bahan ekseskusi. Bisa juga memakai model yang lain, yang penting kelihatan space peletakan gambar di kaos yak.

    1. Buka file model.png tadi ke photoshop.

    Desain kaos, MoskUp Tees, Mock Up T-shirt, Membuat MockUp Kaos

    2. Seleksi T-Shirt dengan memakai Lasso ToolatauMagnetic Lasso Tool lebih mudahnya.

    Desain kaos, MoskUp Tees, Mock Up T-shirt, Membuat MockUp Kaos
    3. T-shirt sudah terseleksi, kemudian duplikat dengan menekan Ctrl+D.Then akan muncul Layer baru bernama Layer 1.

    Desain kaos, MoskUp Tees, Mock Up T-shirt, Membuat MockUp Kaos






    DO 2. Mewarnai Tshirt 
    Seleksi sudah terealisasi kini saatnya memberikan warna T-Shirt sesuai dengan keinginan.

    4. Kita copy (Ctrl+J) Layer 1, kemudaian diberi nama YELLOW (supaya mudah) atau diberi nama sesuai warna.

    Desain kaos, MoskUp Tees, Mock Up T-shirt, Membuat MockUp Kaos
    5. Sambil menekan Ctrl kemudian Klik bagian thumbnail YELLOW di tengah Layer bergambar kaos.


    Desain kaos, MoskUp Tees, Mock Up T-shirt, Membuat MockUp Kaos

    6. Maka layer YELLOW akan terseleksi. Kemudian klik EDIT > FILL lalu pilih warna putih.


    Desain kaos, MoskUp Tees, Mock Up T-shirt, Membuat MockUp Kaos

    7. Di menu panel layer. Klik Create New Fill or Adjustment Layer


    7. Pilih Solid Color dan pilih warna sesuai selera. 

    8. Klik kanan di bagian thumbnail layer Color Fill 1 > Create Clipping Mask

    8. Di thumbnail yang sama kemudian Klik kanan > Delete Layer Mask

    Nah... fungsinya tadi untuk memasukan gambar di kaos, sehingga gambar tidak meluber ke are lain. 

    DO 2. Membuat Efek Bayangan & Lipatan

    Oke saatnya membuat bayangan supaya terkesan relistis.

    9. Copy Layer2 (Ctrl+D) lalu diberi nama SHADOW. Kemudian drag ke layer paling atas.


    10. Ubah Blending Mode pada Layer SHADOW menjadi Multiplay. Warna kaos akan menjadi warna pilihan.



    11. Tetap di Layer Shadow kemudian klik Image > Adjusment > Desaturate


    12. Kemudian klik Image > Adjusment > Curves. Sesuaikan dengan warna yang pas menurut selera.


    13. Klik Image > Adjusment > Levels. Tahap ini untuk menyesuaikan warna dan bayangan sehingga warna kaos jadi real.

    membuat mockup tshirt14. Nah.. terakhir tinggal masukin aja artwork kamu di bawah Layer Shadow dan Color Fill

    15. Kalau mau ganti warna kaos, tinggal klik thumbnail Color Fill dan ganti warna yang diinginkan. 

    membuat mockup tshirt
    Oke selesai sudah membuat MockUp T-shirt, mudah bukan?...
    Berikut penampakanya...


    Desain kaos, MoskUp Tees, Mock Up T-shirt, Membuat MockUp Kaos
    Desain kaos, MoskUp Tees, Mock Up T-shirt, Membuat MockUp Kaos

     Semoga bermanfaat...


      ALSO ON WHIZISME   



    0 0
  • 08/07/13--00:16: DI-ENDORSE SHUTTERSTOCK
  • Beberapa jam yang lalu saya membaca artikel tentang endorser. Menurut beberapa artikel menerjemahkan sebagai berikut: 
    Endorser adalah icon atau sosok tertentu yang sering juga disebut sebagai direct source (sumber langsung) untuk mengantarkan sebuah pesan dan atau memperagakan sebuah produk atau jasa dalam kegiatan promosi yang bertujuan untuk mendukung efektifitas penyampaian pesan produk (Suryadi, 2006:132; Belch & Belch, 2004:168).
    Ketertarikan saya tentang kata endorser ini sebenarnya sudah lama saya dengar, apalagi bagi kaum2 per-clothingan. Nah..saya ada cerita menarik tentang blog ini dengan yang namanya endorse tadi. Berikut ceritanya...

    Beberap hari kemarin saya mendapatkan email dari Manager & Outrech Shutterstock. Emailnya berisi ketertarikan dia terhadap blog saya ini.
    Isinya sih ingin bekerjasama, namun email pertama masih banyak pertanyaan. Apakah mengundang saya hanya untuk sign-up saja (kalau begini setiap orang bisa) atau hanya pamer di shutterstock ada diskon...

    Beberapa temen di facebook termasuk dzofar memberi saran untuk chit-chat lebih lanjut melalui email. Walhasil saya dan shutterstock resmi berpartner. ternyata si bule kalau meng-email itu balesnya cepet. Mungkin butuh kali yak....
    Salaman by Premium Shutterstock edit by whizisme (Design & Creativity)

    Lalu apa sih hasil kerjasamanya?...
    Si manager Shutterstock ternyata telah mengubek2 blog saya. Karena konsen di bidang distribusi image, so... shutterstock butuh penyebar gambarnya melalui media lain, blog-lah yang menjadi acuanya.

    Saya diberikan akun premium untuk bisa download seluruh file baik .jpg .ai. .eps di shutterstock tanpa watermark. Namun dibatasi 25 download perhari. Wuih....cukup banyak bagi saya yang jarang download begituan kalo ndak butuh. Diberikan juga akses sampai 90 hari (3 bulan), itupun bisa diperpanjang, kalau bermanfaat satu sama lain.

    Shutterstock mewajibkan file yang di download, disertakan di dalam artikel + link menuju shutterstock. Tetapi asyiknya saya boleh meng-edit gambar tersebut sesuai visualisasi artikel. Berkaitan dengan saya yang mulai jarang nge-blog, Shutterstock tidak mewajibkan juga untuk post gambar setiap hari. So, kerjasamanya masih ringan dan bisa ditolerir.

    Nah... dari kerjasama pertama ini semoga saya bisa terbantu untuk lebih cepet posting blog, karena selama ini saya seringkali lama memikirkan visualnya dari pada isi artikel. hehe...

    Nah...kembali ke bahasan endorse, mungkin saya ini dikategorikan sebagai Lay Endorser. Endorser dari kalangan non selebritis yang ditugaskan menyampaikan pesan suatu produk. 

    Selain itu ada juga Celebrity Endorser, klau ini bintang iklan seperti selebriti & artis. Ada juga Expert Endorser, bisa olahragawan, ilmuwan, tenaga ahli yang menjadi penyampai pesan. 

    Kalau yang terakhir Dead Endorser, ini orang yang telah meninggal dan berpengaruh bisa menjadi penyampai pesan lewat masterpiece yang ditinggalkan.Eh..tapi saya kira semua orang juga endorser di brand masing-masing kali yak?

    Thanks buat Shutterstock
    Semoga bermanfaat ya...


      ALSO ON WHIZISME   

    0 0

    Yak...ini sebenarnya hanyalah sebuah perenungan. Perenung yang masih punya batas normal, seorang hamba yang masih linglung menghadapi fatamorgana dunia sebelum syawwal berakhir.
    Belanja Brand by Premium Shutterstock edit by whizisme (Design & Creativity)

    Waktu yang telah ditunggu-tunggu akhirnya meninggalkan kita. Bahkan kita yang sesumringah menunggu, walhasil harus ngalah jua. 

    Sebelum Ramadhan kita gengsi-gengsian melepas banyak uang, berbelanja merek yang tak tahu itu berguna apa tidak. Seolah-olah intimidasi serakah itu berubah menjadi kata yang bijak "Memperingati puasa, apa salahnya". 

    Dan benar-benar kita terjebak dalam kungkung hedonisme, kubang lumpur berparfume palsu. Tapi tak apalah kita dengan gembira menyambutnya. Soal brand urusan nanti, yang penting diskon. See...ampuh memang brand mempermainkan persepsi. 

    Akhirnya Ramadhan jelang jua. Oh tidak ada salahnya juga membeli brand berupa pakaian dan makanan jelang puasa. Terlihat sangat Pe-De sekali jika kita sholat memakai koko merek anu, sarung-pun tak kalah bermerek, ndak sreg kalau lepas memakai merek Gajah-gajahan atau Atlas-atlasan #eh

    Berati kali ini harusnya kita menata hati bukan menata merek. 
    Lha... kenapa juga sih harus ada merek dan bermerek?... Kalau bermerek terus nanti akan timbul kasta-kasta, akhirnya timbul kesenjangan. Duh... mau berpakaian aja kita masih angkuh, sok membandingkan, riya' dan timbulah dosa. 

    Tugas kita ber-Ramdhan ria merupakan perwujudan lomba meraih brand fitrah. Puasa, menahan keinginan nafsu makan-minum, syahwat itu merupakan ujian bagi hamba yang bertaqwa. Namun kita seringkali mengakalinya sebagai hura-hura setahun sekali. Dengan mudah kita ucap aji mumpung.

    Kegembiraan eh..hedonisme berlebih. Hakikatnya ndak sampai hanya dzohir yang melipir itupun ya kalo puasa kalo ndak? Ah..sudahlah yang penting DISKON katanya.

    Dan hari yang kita gadang-gadangkan nampak jua, Idul fitri. Bagi pekerja yang merantau di kota besar, berhasrat sekali untuk mudik, berjuang menambah uang saku atau wa-was menunggu THR. Seolah Idul Fitri harus wah, apa mungkin ini generasi kata menjadi hari raya. 

    Sillturrohim menjadi ajang gengsi, perhiasan, pakaian dari merek yang ditargetkan untuk dibeli sebelum lebaran akhirnya terpakai. Omongan keberhasilan kerja diutarakan. Ndak tahu berhasil dari banyaknya uang atau membantu orang. Pokoknya bermobil itu katanya berhasil. Ah...sudahlah...

    Jadi kita selalu diingatkan waktu sholat Ied. 
    Laisal Ied liman labitsal jadiid, Walakinal I'ed liman tho'atu taziid
    Idul fitri bukan untuk orang-rang yang berpakaian baru, melainkan untuk orang-orang yang bertambah taqwanya. Kira-kira begitu terjemahanya. Dan akhirnya Syawwal hampir habis.

    Kesengan untuk pamer di lebaran kemarin musnah. Brand dzohir (barang) akan menjadi ndak baru lagi dan biasa. Menyisakan brand-brand yang aseli dari Ramadhan. TAQWA atau sama sekali TIDAK!. 

    Semoga saja Alloh memberikan barokah kepada kita. 
    Silakan Amien sendiri-sendiri....


      ALSO ON WHIZISME   

    0 0
  • 10/25/13--18:30: T-SHIRT/ TEES DESIGN
  • Hampir 2 bulanan ndak nge-blog...
    Semoga masih pantas disebut Blogger... Hihi...

    Beberapa bulan belakangan memang saya sendiri sok sibuk dalam ngatur jadwal mendesain.Mungkin lebih pantesnya punya jadwal yang semrawut sehingga posting blog saja ndak pernah.

    My Tees byPremium Shutterstock edit by whizisme (Design & Creativity)

    Terus kamu ngapain?...
    Alhamdulillah banyak sekali yang order desain ke whizisme.com. Ada yang bikin logo baru, re-design logo, bahkan yang paling banyak itu kaos bola. Apalagi ini sebentar lagi WorldCup 2014 di Brazil. Sampai-sampai saya mau dijadikan karyawan salah satu vendor distro online di Jogja. Tapi saya ndak mau, karena itung-itungan fulus-nya pasti beda. 

    Saya mikirnya, ketika bola masih digandrungi masyarakat, sisi lainya seperti marchandise dan atribut lain juga akan terjual. Eh..ternyata beneran. Oh ya project lainya, nanti saya akan kolaborasi dengan Web Developer di Semarang, juga akan bikin distro bola.

    Jadi ceritanya teman saya yang jago programming ini juga pakarnya SEO. Dia juara kalo ndak salah 7 kali kontes SEO. Ternyata di punya fanspage FB aktif tentang bola hampir 50.000-an member. Jadi lewat socmed inilah kita menjualnya. Semisal satu persen saja yang beli dalam satu desain, wah... banyak juga ya ternyata. Alhamdulillah semoga selalu berjalan lancar.

    Nah..itulah sepenggal sok sibuknya saya tentang T-Shirt/ Tees bola. Well.. ya mau ndak mau saya juga banyak membaca berita bola supaya desain saya merasuk ke sukma :)

    Oh...ya jangan lupa ya, posting yang lampau saya pernah nulis tutorial tentang Mock Up T-shirt, ndak ada salahnya kalo kamu mencoba. Ternyata postingan tersebut banyak membantu para reader, kadang ada yang email kalau ada kesulitan. Yah..sebagai tukang tulis-nya saya harus ngasih solusi. walaupun sebenarnya saya googling juga. 

    Yuk intip nih... contoh T-shirt/ Tees Design dari beberapa bulan terakhir, ada yang order klien dan juga artwork pribadi, tentunya hanya beberapa yang saya tampilkan. Karena banyak juga yang ndak boleh ditampilkan. Privasi klien katanya...


    Tshirt design, tees design, kaos bola, kaos Indonesia, Kaos Nasionalisme

    Tshirt design, tees design, kaos bola, kaos Indonesia, Kaos Nasionalisme
    Tshirt design, tees design, kaos bola, kaos Indonesia, Kaos Nasionalisme
    Tshirt design, tees design, kaos bola, kaos Indonesia, Kaos Nasionalisme
    Tshirt design, tees design, kaos bola, kaos Indonesia, Kaos Nasionalisme

    Tshirt design, tees design, kaos bola, kaos Indonesia, Kaos Nasionalisme
    Tshirt design, tees design, kaos bola, kaos Indonesia, Kaos Nasionalisme
    Tshirt design, tees design, kaos bola, kaos Indonesia, Kaos Nasionalisme
    Tshirt design, tees design, kaos bola, kaos Indonesia, Kaos Nasionalisme

    Tshirt design, tees design, kaos bola, kaos Indonesia, Kaos Nasionalisme
    Tshirt design, tees design, kaos bola, kaos Indonesia, Kaos Nasionalisme
    Tshirt design, tees design, kaos bola, kaos Indonesia, Kaos Nasionalisme

    Nah...bagaimana menurut kalian?...
    Bagus apa ndak?.. Bagus yak *nodong...
    Maaf nih T-shirt/ Tees Design-nya ngeblur, yapi tetep kelihatan yak..
    Semoga bermanfaat... 



      ALSO ON WHIZISME   

    0 0

    Hallo teman Blogger...
    Ngomongin soal visual branding kadang kita belum tepat dalam mengartikanya. Dulu pun saya pernah berpikir bahwa branding adalah merek saja, itu benar sih secara harfiah. Sebenarnya masih ada step lanjutan yang menjadikan produk kita branded.

    Trusted Brand byPremium Shutterstock edit by whizisme (Design & Creativity)

    Menjadikan sebuah produk itu bisa nge-brand tidak hanya ditentukan oleh logo saja. Banyak aspek yang perlu dipoles sana-sini supaya produk menjadi long-lasting di hati konsumen.

    Terus fungsi visual branding itu apa?
    Oke ... saya mencoba memudahkan nih... pernahkah teman-teman mengenal Teh Bandul, Word Star, Rokok Tuton? ...

    Nah kalau Teh Sariwangi, Clear, Apple Inc., Twitter?....

    Ternyata sulit juga ya mengingat merek yang ada. Merek yang benar dan dikelola dengan baik serta butuh waktu lama-lah yang menjadikan produk itu menarik sampai tergerus waktu. 

    Jadi intinya visual branding merupakan pengaruh yang diakibatkan suatu bentuk visual untuk membedakan brand. Pembedaan disini itu berarti beda dari kimpetitor, sehingga produk kita dilihat menonjol dan unik dibanding yang lain.

    Akademi Berbagi (AKBER) Semarang
    Bulan kemarin saya berkesempatan hadir di Akber Semarang. Senang sekali rasanya bisa presentasi di tempat sharing ilmu yang paling yahud di Indonesia.


    Foto Bareng by @AkberSMG

    Oh ya...kalau belum tahu Akber bisa dikulik disini. Intinya sih lembaga nirlaba ini mengagendakan acara belajar bareng dengan para pakar bidang apapun dalam suatu forum yang disebutnya kelas. 

    Kegiatanya seperti belajar-mengajar sih, tapi kondisinya yang beda,sangat santai, akrab dan asyik. Metodenya sangat cocok bagi kaum urban yang bosenan seperti saya :D

    Beberapa kota besar di Indonesia sudah mempunyai chapter Akber dan rutin mengadakan kelas. Hebatnya lagi kelas Akber diadakan secara gratis, padahal pengajarnya merupakan pakar yang kalo dirupiahkan dalam satu sesi pengajaranya bisa mencapi puluhan juta lho...

    Wah beruntung sekali saya bisa mengikuti beberapa kelas diantara diajar oleh Blogger Ollie mengajar Creative Writing, Imam Subhan mengajar branding.
    Walhasil setelah manjadi murid, kewajiban saya juga untuk sharing knowledge, mengajar (sambil belajar) di AKBER 45 dengan tema Design for Branding. Penasaran?

    Mari kulik presentasinya...... 


    Sementara saya kasih link-nya, kelihatanya embed-nya lagi trouble hihi...

    Kira-kira presentasi di atas, teman-teman ingin membangun atau sudah punya brand? Minimal Personal Brand....


      ALSO ON WHIZISME   

    0 0

    Sebelum saya lanjutkan ngalor-ngidul tentang buku, ada satu perntanyaan kenapa harus buku di tengah maraknya jagad internet jaman sekarang. Apa ndak takut buku kehilangan pamornya?...

    Happy reading byPremium Shutterstock edit by whizisme (Design & Creativity)

    Sebenaranya buku dan e-book mempunyai kans sendiri, dan tentunya fungsi tersendiri. E-book yang merupakan turunan atau copy version dari buku asli sangat cocok dibaca dalam kondisi mobile dan at glance. Terlihat praktis juga sih... namun keterbatasan baterai, gadget akan membuat membaca buku ndak nyantai.

    So... buku punya sense sendiri, contohnya bau, rasa dan bentuk buku yang memang khas dan tidak bisa digantikan e-book. Bentuk buku -pun secara visual enak dipandang dan sudah umum kalo orang yang membawa itu bisa manteb banget (apa hubunganya yak) yang jelas buku sangat precious itu saja sih.

    Kalau saya sendiri suka banget ngumpulin buku (tentunya membacanya sampai tuntas yak..). Entah kenapa ya..harga buku bagi saya itu kelihatan lebih murah dari sebuah brand pakaian. Pokoknya kalau ada buku menarik, langsung aja diembat tanpa pikir panjang. 

    Sebenarnya senang tidaknya seseorang dalam membaca itu hanyalah pada kebiasaan saja, sedikit demi sedikit membaca, kemudian menambahnya. Seperti melatih kreatifitas kita, kalau belum apa-apa kita sudah bilang tidak mungkin, pada akhirnya kita hanya melakukan yang biasa-biasa saja. Ya ndak sih...

    Boleh dikatakan ini possible bagi semua orang. saya juga dulu sangat malas dalam membaca, bahkan membawa buku. Ya karena berlatih membiasakan dan selalu berpikir possibility, langkah selanjutnya akan terbuka. Jadilah sampai saat ini enteng saja kalau membaca hihi...

    Bukunya masih dikit. Semoga bisa membangun Private Library

    Supaya Membaca Menyenangkan
    Nah...kali ini saya share supaya membaca itu menjadi asyik. Sebenarnya sih ini bukan tips and trick, hanya cara saya saja. Coba deh mungkin berkhasiat (jamu kali).
    • Cari tempat yang nyaman. Bayangkan ya kalau membaca itu dialihkan sebagai acara rekereasi, sangat asyik bukan?. Saya biasanya memilih mencari-cari buku di toko buku yang nyaman, sekelas Gramedia. Bisa juga di tempat yang laian pokoknya dibikin enjoy saja, lalu sediakan waktu dan tempat itu menjadi milikmu. Kerenya sih sediakan Me Time buat baca buku.
    • Tambah halaman buku setiap membaca. Namanya juga latihan, ndak keren kan kalau ndak ada peningkatan. Sehari ini baca 2 halaman, besok 4 halaman dan seterusnya. Secara tidak langsung akan habis juga deh halaman buku.
    • Gabung di komunitas pecinta buku. Kalau sudah bergabung dengan yang orang-orang yang berhobi sama itu akan enak sekali obrolanya, waktu seolah-olah ndak ada habisnya. Di komunitas kita dimudahkan mendapat akses info tentang buku serta juga mendapatkan energi yang lebih, karena saling support.
    • Pinjam buku teman. Ndak ada uang untuk beli buku? ya nabung dong kalau ndak ya pinjem. Jadi mudah mengatur skala prioritas mau beli buku yanga mana. Sempat juga saya 2 minggu sekali pinjem di Perpustakaan daerah.
    • Review buku di socmed. Nge-review buku sebenarnya ndak harus menulis panjang sih, twitpict lau sedikit diberi keterangan itu juga termasuk review kok. Dengan me-review paling tidak kita bisa meringkas apa yang telah dibaca. Efeknya juga kita lebih ingat inti sarinya. tentunya kita juga bisa saling berbagi rasa kepada teman lain yang belum membaca.
    Buku baru oleh-oleh dari Shopping Jogja + Gramedia Semarang sepulang dari Kopdar Blogger Nusantara 2013

    Yah..kira-kira gitu deh pengalamn saya supaya terbiasa dalam membaca. latiha dan latihan, lama kelamaan juga mendapatkan keasyikan tersendiri. Jangan lupa baca buku yang sesuai keinginan kamu. Jangan baca semua tema deh, otak kita terbatas. Kecuali kamu memang penulis yang butuh riset berbagai macam topik.

    So... kira-kira kamu punya pengalaman dalam menumbuhkan minat baca?...
    share dong...


      ALSO ON WHIZISME   

    0 0

    Posting kali ini merupakan review kedua bukunya Yoris setelah Creative Junkies. Rasanya ndak ada henti-hentinya Yoris memberikan semangat kreatifitas bagi anak muda Indonesia. 

    Dikenal sebagai Creative Junker, Yoris yang juga mantan Manager Hard Rock Cafe dalam usia termuda 26 tahun, memang memiliki kebiasaan yang selalu beda. Out of the box

    101 Creative Note

    Di buku 101 Creative Notes ini kita akan mengetahui sisi beda Yoris. Selepas menulis buku pertamanya Creative Junkies, dia memang sangat sibuk memberikan seminar, dan menjadi konsultan kreatif, namun keren-nya dia tak kehilangan akal dan selalu menulis walaupun sedang travelling.

    Tahukah gadget apa yang digunakan untuk menulis buku? Smartphone Galaxy Note jawabanya (bukan promosi lho)

    Bagi pengamat sesuatu yang kreatif, buku setebal 207 halaman ini sangat menarik. Di dalamanya tidak telalu banyak tulisan yang sulit dimengerti. Bahkan banyak gambar di setiap halaman, tentunya ini menjadi menarik lagi untuk disantap.


    101 Creative Notes, 101 Creative Notes Book, Buku 101 Creative Notes

    Yoris ingin berbagi kreatifitas, dari ide-ide yang simpel, sering ditemui setiap harinya, hingga cerita project barunya. Semua disajikan dengan sangat mudah dicerna. Sepertinya sih buku ini memang ditujukan bagi anak-anak kreatif yang tidak bisa terlepas dari gadget-nya.

    Point - point dari buku ini memang merupakan personal notes dari keseharian Yoris. Namanya juga 101 Creative Notes, artinya apa yang dilakukan, itu yang ditulis oleh Yoris.


    101 Creative Notes, 101 Creative Notes Book, Buku 101 Creative Notes

    Berbicara masalah visualisasi buku, ndak heran lagi kalau buku ini visual abis. Digambar oleh jagoan gambar Calvin dan Sunny Gho yang mengilustrasikanya langsung by Galaxy Note. Overall asik banget.

    101 Creative Notes, Buku 101 Creative Notes, 101 Creative Notes Book
    COba saya cuplik kalimat yang saya sukai dari buku 101 Creative Notes :
    Tidak tahu kenapa dengan lebih banyak bersyukur, masalah apapun bisa dipecahkan dengan lebih mudah. Ujung-ujungnya terkesan lebih kreatif.
    Wuih..pokoknya recommendeddeh buku satu ini.
    Anyway ada yang sudah baca?.....

      ALSO ON WHIZISME   


    0 0
  • 12/09/13--19:20: BUSINESS CARD ITU PENTING
  • Business Card (kartu nama) bagi para profesional bisa dijadikan sebagai pengenal dan alat kenangan wuihh..Saat kita tidak lagi bertemu dengan seseorang, rincian informasi yang tertera di kartu nama-lah yang membuat kita tahu tentang si empunya kartu nama.

    business cards, business credit card, credit card, free business card, business card template, business card templates, design business card
    Coffee & Business Card byPremium Shutterstock edit by whizisme (Design & Creativity)

    Kalau saya sih...menyebutnya sebagai identifier setelah pakaian, ucapan, dan karakter. Bayangkan deh... hanya dengan menerima kartu nama saja kita akan tahu banyak tentang pemilik kartu nama, termasuk nama, posisi dalan perusahaan, posisi dan status pekerjaan.

    Nah.. kalau malas juga memeberikan nomor atau akun penting kita dengan ucapan, cantumkan aja alamat, telepon, fax, email dan akun socmed di kartu nama. Mudah bukan? ya karena sudah tetera dan tinggal sebar-sebar saja tuh kartu nama.

    Business Card Design
    Hal apa saja ya..yang harus dipersiapkan untuk membuat business card?...
    Jadi gini, saya sering menyebut desain kartu nama itu seperti Love at the first sight. Ketika kita bertemu dan memberikan kepada seseorang, kartu nama ini akan memeberikan pengalaman visual bagi si penerima. Kemudian dari penerima akan mempersepsikan kita seperti apa, tentunya dengan desain yang ciamik.

    Nama perusahaan dan logo diusahakan yang paling menonjol dari kartu nama. Logo yang tertera itu bisa mengidentifikasi perusahaan dan sifat bisnis hanya dengan visual saja. Benar juga ya..kenapa membuat logo bisa begitu mahal.

    Berat dan tekstur dari kartu nama wajib juga diperhatikan. Jaman dulu saya membuat kartu nama alakadarnya, pokoknya pas dikantong, dari kertas seadanya bahkan untuk menghemat, kertasnya dipotong sendiri. Namun apa yang terjadi? Kartu nama kehilangan fungsi estetikanya. Bentuknya ndak rapi dan kartu nama tak nampak ekslusif. 

    Ya..maklumlah dulu kan masih mahasiswa hihi..

    Kalau berbicara kertas, diusahakan juga pakai yang tebal, selain manteb dipegang dan terasa ekslusif. Yang jelas serahkan saja cetak kartu nama di percetakan yang memang sesuai bidangnya, jadi ndak usah repot-repot motong kartu nama satu-satu. Pegel tau!. Kecuali kalau kamu memang punya waktu selongggar-longgarnya. 

    Oh ya untuk ukuran standart kartu nama itu 85.60 x 53.98 mm yak, jangan sampai salah karena ndak ngepas dikantong kalau kelebihan ukuran. Yuk lihat beberapa contoh Business Card/ kartu nama untuk klien saya....


    business cards, business credit card, credit card, free business card, business card template, business card templates, design business card

    business cards, business credit card, credit card, free business card, business card template, business card templates, design business card

    business cards, business credit card, credit card, free business card, business card template, business card templates, design business card


    business cards, business credit card, credit card, free business card, business card template, business card templates, design business card

    business cards, business credit card, credit card, free business card, business card template, business card templates, design business card  
    business cards, business credit card, credit card, free business card, business card template, business card templates, design business card

    Hayoo...sudah memaksimalakan desain kartu nama? atau malah belum punya? hihi..




    0 0
  • 12/27/13--17:57: WE NEED VOLUNTEERISM
  • Seharusnya saya menulis tentang Volunteer ini sebelum atau tepat tanggal 5 Desember lalu, bertepatan hari itu juga diperingati Hari Volunteer sedunia. Namun bagi saya peringatanya wajib dilkaukan 365 hari sebagai bagian dari dedikasi kita untuk bangsa. 

    volunteerVolunteers Wanted byPremium Shutterstock edit by whizisme (Design & Creativity)

    Volunteerism sebenarnya sudah lama saya lakukan sejak lama dari mulai SD  atau semenjak gabung dengan berbagai organisasi intra sekolah. Dulu namanya jelas tidak setenar jaman sekarang. Entah apa sebutanya dulu, yang jelas jenis kegiatan yang kita lakukan murni untuk memberikan manfaat di sekitar lingkungan, saya menyebutnya Volunteerism. CMMIW

    Kalau sudah mendengar kata volunteerism saya ndak bisa lepas dengan pandangan AKademi Berbagi (AKBER). Meskipun saya tidak terjun langasung sebagai volunteer, tetep saja saya merasakan gairah yang amat di hati para volunteer

    Apa iya? ...
    Ya...iya dong saya kan pernah sharing bareng di kelas @AkberSMG, tentunya saya kenal baik para volunteer yang dulunya hanya ketemu via socmed dan sekarang menjadi teman baik. 

    Relawan Akademi Berbagi


    Relawan Akdemi Berbagi. Foto @Akber

    Sebagai mantan EO selama 3 tahun, Saya membayangkan para volunteer di AKBER kok punya semangat yang luar biasa. Mereka mengkoordinir even, negosiasi tempat dengan semangatnya, dan keren-nya mereka tidak dibayar. Saya merasa kalah sebagai EO yang kinerjanya harus tangguh.

    See...udah mulai terbayang kan apa itu Volunteerism. Saya sarankan ndak usah mikir yang dalam-dalam yak. Postingan ini tidak bermaksud untuk mendefinisikan tentang Volunteerisme namun sebagai catatan sejarah bahwa di tengah-tengah bangsa yang lagi sedih, masih banyak pemuda/i Indonesia yang berharap Indonesia akan membaik. Tentunya dengan menjadi Volunteer.

    Sebut saja selain AkBer yang bergerak di sharing knowledge, ada juga Sedekah Rombongan, Makelar Sedekah, Pagi Berbagi untuk yang terakhir ini selalu membagikan nasi setiap pagi. Tentunya masih banyak sekali komunitas filantrophy di daerah-daerah. Keren Sangat bukan?...


    Mereka blow-up kegiatanya hanya dengan SocMed dan tentunya didukung oleh volunteer yang ikhlas abis. Sangat disayangkan jika pemerintah tidak mampu mengatasi permasalahan rakyat *Stop mengeluh ke Pemerintah. Do Something aja*

    Publikasi & sosialisasi gerakan itu penting bagi Social Movement. Jika dikenal oleh masyarakat, dengan sangat mudah pula penyebaran informasinya. So pasti gerakan ini akan menjadi branded. Bolehkah? tentu saja karena semakin branded semakin banyak yang percaya, banyak pula yang membantu kan?...

    Terus bagaimana dan darimana dana mereka?
    Dana ndak menjadi kendala berarti kok, walaupun sering kembang kempis sih. Namun beberapa ada yang sukses mendapatkan dana dari iuran, donasi member, crowdfunding, ada juga yang punya unit bisnis. Semakin borderless dunia akibat internet, ternyata semakin mudah juga kerjasama dengan brand lain untuk mendapatkan dana. End

    Supaya lebih menghayati volunteerism, saya sertakan note dari Handry Santriago yang ditulis pada peringatan wafatnya Chika Djati, dan Hari Volunteer Sedunia, di Obrolan Langsat, Jalan Langsat, Jakarta, 5 Desember 2013.Dalem banget

    Tentang Volunteer - Surat untuk Chika Djati
    (Relawan dari Akademi Berbagi yang meninggal pada tanggal 1 November 2013)

    5 Desember 2013


    Halo Chika,
    Apa kabarmu di sana?
    Mudah-mudahan kamu sedang lihat bahwa kami sekarang sedang berkumpul di sini mengenang kamu dan menggumamkan kata-kata sesal itu
    “Ah, kamu pergi terlalu cepat…”

    Saya sendiri tak cukup banyak mengenal kamu. Tapi saya ingat senyum lebar yang ceria itu. Saya ingat jejingkrakan dan energi yang meluap-luap ketika mengadakan Akber itu. Dan saya ingat reply Twitter-mu yang terakhir pada saya, ketika saya tanyakan kabar sakitmu.
    “Iya Bang, saya tetap semangat, kok!”

    Chika,
    Malam ini saya diminta bicara tentang volunteerism, tentang kenapa saya mau jadi volunteer
    Terus terang saya tak punya cukup bahan tentang itu. Juga tak kenal teori-teorinya. Ada sih, di Wikipedia. Tapi garing banget, kan, kalo cuma cerita berdasar Wikipedia.

    Makanya, saya mencoba belajar dari kamu, dalam pertemuan yang hanya 2-3 kali itu, dalam percakapan yang tak pernah panjang.

    Saya mengingat senyum lebar dan tawa lepas itu, dan mencoba bertanya-tanya dalam hati, kenapa kamu tertawa dan senang sekali tampaknya, ketika melakukan kegiatan-kegiatan volunteer kamu.

    Dari mana energimu berasal, saat tubuh kurus itu harus bergerak ke sana ke mari untuk aktivitas yang tak hasilkan uang, juga pada saat kamu mungkin sudah sakit?

    Rasanya saya menemukan sedikit jawabannya…

    Volunteerism itu adalah soal hati yang terpuaskan…Soal rasa yang melegakan, karena sudah mencoba berbuat sesuatu bagi orang lain...Sesuatu yang tak bisa diukur dengan materi…intangible

    Makanya tawamu lepas!
    Matamu berbinar!
    Energimu tak pernah habis!
    Tak juga saat kamu sedang tergolek sakit!

    Tak ada yang mampu membayar semua itu, dan juga tak ada yang bisa membelinya.  Hanya ada satu cara mendapatkannya, yaitu dengan melakukannya….dan itu yang kamu contohkan…dan itu yang saya pelajari…

    Volunteerism bukan strategi, baik strategi perusahaan atau strategi pencitraan. Tak akan pernah didapatkan “rasa” itu kalau hanya dijadikan strategi untuk make up biar terlihat memiliki citra peduli.

    Chika,
    Tahukah kamu bahwa kristalisasi dari kepemimpinan itu adalah influence? Seseorang yang mampu meng-influence orang lain adalah pemimpin. Kamu sudah menunjukkannya pada kami. Buktinya kami sekarang di sini mengenangmu. Kamu telah meng-influence, telah memberi arti yang jelas pada kata volunteer.  Kamu adalah pemimpin.

    Setiap orang punya waktu dan caranya sendiri untuk berbahagia.  Saya percaya bahwa secara alami manusia merasa bahagia jika perbuatannya menghasilkan sesuatu yang baik bagi orang lain.  Saya, dan kami semua di sini telah mendapatkan sesuatu dari kamu…yaitu makna dari menjadi volunteer itu.

    So, saya rasa kamu bahagia di sana sekarang.   Walaupun tetap saja, saya menggumankan kata sesal itu, “Kamu pergi terlalu cepat…”

    Baik-baik ya, di sana.

    Salam,
    Handry




    0 0

    Bangun di tengah malam kok tiba-tiba ingin menulis kerjaan masa-masa lampau. 

    Dulu pernah menjadi 3D Visualizer di Event Organizer di Semarang. Membuat desain 3D Booth Exhibiton atau stand pameran ini santapan sehari-hari, mikir sketsa, ukuran, konsep. Dibayangkan aja mumet setengah mati. Tapi kok ya..asik-asik saja waktu itu.

    Kerjaan dulu sangat santai sekali, namanya EO ya bekerjanya waktu jelang acara. Tapi kalau tenggat acara mau masuk hari, jangan tanya kerjaanya mirip cerita Roro Jonggrang. Kerjaan jadi dalam semalam. Haha..untungnya saya dulu kuliah hapal dengan sistem kebut semalam. 

    Booth Exhibition, stand Pameran, Booth Pa,eran, Venue Pameran


    Kali ini bercerita tentang pembuatan 3D Booth Exhibition-nya Larissa Aesthetic Center. Karena klien kala itu kerjaanya di bidang kecantikan, saya wajib dong...mengenal lebih dalam tentang apa itu kecantikan, tren kecantikan, fisiologi kecantikan, market kecantikan dan buanyak lagi tentang idiom-idiom kecantikan. 

    Then, kalau diteruskan saya bisa jadi ngondek abis, tapi ndak sampai Maho sih..hihi...

    PENUH KONSEP 
    Mengerjakan desain booth exhibition ini merupakan kerjaan yang menantang lho. Di setiap aspek kita bener harus teliti karena kesalahan perhitungn di setiap centimeter akan menjadikan tak beraturan. Yah namanya juga gambar 3D, ini kan mencerminkan skala dari obyek sebenarnya. 

    Seperti di kerjaan ini saya sampai didatangkan 2 orang yang ahli dalam bisnis kecantikan. Tak tanggung-tanggung seorang manajer event dan dokter kecantikan di Larissa. Obrolanya seputar kecantikan sampai detail ukuran mebeuler yang dipakai. Detailnya sampai per-centimeter Bro.

    Karena ini tugas dan membawa eksistensi perusahaan, ya tetep selesai juga. Semalam jadi layout, medeller 3D sampai render dengan semangat gropyokan. 

    Booth Exhibition, stand Pameran, Booth Pa,eran, Venue Pameran


    Spesifikasinya sebenarnya sederhana dengan ukuran kira 8X5 meter. Sebagai pembatas antar booth-tenant (peserta pameran) dibuat dinding setinggi 2 meter, supaya tidak kosong diisi dengan info produk dan visual identity Larissa. So..orang datang pertama kali ya lihatnya dinding itu. 

    Karena sifatnya booth adalah ruang pamer, dibuatkan semacam rak display dengan varian tinggi ada 1-1,5 meter. disitu ditempatkan semacam produk-produk kecantikan By Larissa. Dilengkapi kursi dan meja sebagai media tunggu dan bertemunya para marketing dan calon pelanggan. Fungsi dari setiap ruangan benar-benar dimanfaatkan penuh.

    Don't Be sales, Be Consultant kayaknya dicampur penuh oleh Larissa saat itu. Di pojokan depan booth diberikan ruang panjang 2X2 meter, cukup untuk konsultasi seorang dokter dan pasien. Demi kenyamanan saat konsultasi ditambahi beberapa tanaman, It's look Chozzy. Biar calaon kustomer betah katanya.

    Di depan ruang konsultasi digunakan loket untuk pembayaran transaksi. Asiknya lagi karena bentuknya agak membulat jadi dibelakangnya dibuat gudang kecil untuk manaruh produk dan kamar ganti karyawan atau SPG. Huwaw... *ngiler.

    Booth Exhibiton, stand Pamran, Venue Pameran


    Nah..jadilah booth exhibiton yang ramah terhadap calon pelanggan. Alhamdulillah pada waktu event banyak sekali produk yang terjual dan peningkatan kustomer baru. Kerja keras EO dan team Larissa membuahkan hasil.

    Sebenarnya dalam mengikuti event, tenant tidak terlalu memikirkan penjualan. Karena event hanya sebagai pengenalan brand kepada kustomer. Sehingga kustomer aware terhadap brand. Tugas selanjutnya mendidik kustomer untuk memanfaatkan brand sebagai produk kecantikan pilihan. 

    Apa ndak mubadzir booth exhibiton Larissa digunakan dalam satu event saja?
    Booth yang dibuat sifatnya knock-down mebeuler jadi bisa digunakan di area ukuran kecil dengan mengurangi bagian yang tidak digunakan.

    Nah... kalau harga pembuatan booth kira-kira berapa?
    Ada yang tahu?...




    0 0
  • 01/17/14--19:59: MENGENAL LOGO KARAKTER
  • Sebelum ngomongin Logo Karakter yuk mengingat kembali tentang Design for Branding. Kalau sudah ingat, boleh dilanjut....

    Logo dan Brand adalah dua hal yang tidak bisa dilepaskan satu sama lain. Karena keduanya saling mendukung. Logo yang merupakan bagian dari elemen-elemen merek, merupakan satu langkah paling awal untuk membedakan produk secara visual.  

    Logo Karakter, Chracter Logo, Brand Character
     
    Bisa dibayangkan jika produk kita sudah memiliki personality yang kuat tapi tidak memliki logo, produk akan menjadi hampa di visualisasi, sulit dilirik calon konsumen baru. Karena yang mengetahui hanyalah orang-orang yang sudah tahu, padahal hakikat bisnis yang lancar adalah loyalitas kustomer atau bertambahnya kustomer baru. 

    Kalau mengamati logo yang sudah ada. Logo bisa dibagi menjadi beberapa macam, ada logotext atau logotype yang terbentuk dari text/ font, contoh ini sering digunakan di media komunikasi seperti Google, Yahoo!, koran Jawa Pos, Suara Merdeka. 

    Ada juga logo yang berupa simbol, susunanya sih seperti garis-garis ynag geometris seperti squash-nya Nike, huruf "P" di Pertamina. Nah yang tak kalah menarik Character Logo (Logo Karakter). Nah...yang ini akan kita bahas.


    Character Logo (Logo Karakter)
    Ternyata banyak sekali perusahaan yang mnggunakan karakter untuk mewakili logo mereka. Faktanya sih memang membuat brand perusahaan terlihat ekspresif. Bisa juga logo karakter menjelma menjadi sebuah keakraban tersendiri dengan kustomer.

    Namanya karakter ya bisa dibuat berbagai macam, tapi tetap tergantung bagaimana budaya dan representasi perusahaan dan ndak boleh sembarangan. Contoh seperti KFC yang mempunyai karakter Kolonel Sander, memiliki keunikan yang tidak dimiliki waralaba lain. 

    Sempat berpikir juga, kenapa kalau jualan ayam goreng tidak memakai logo ayam atau orang yang lagi menggoreng ya? Ternyata di KFC lebih menonjolkan personality seorang pendiri dengan resep yang dibuatnya. Jadi tidak melulu memakai simbol produk. 



    Salah satu manfaat memakai karakter logo itu bisa dianimasikan, bahkan sampai ada juga yang dibuat menjadi sekuel film seperti karakter Paddle Pop. So... asyik juga ya ketika nge-brand lewat film tanpa tahu bahwa itu adalah iklan.

    Lewat karakter logo diharpakan bisa menjadikan logo lebih personal, sehingga tercipta keakraban dengan kustomer. Beberapa contoh logo karakter yang terdapat diposting ini adalah project diselesaikan oleh whizisme.com lho...:D




    0 0
  • 02/05/14--19:35: CONTOH DESAIN LOGO
  • Sepertinya saya ndak cepat bosan menulis tentang merek. Ndak tahu sih ya..mungkin karena merek itulah yang membuat kita bangga abis, sampai barang mahalpun dibeli. Itulah mengapa branding itu perlu, tentunya untuk membedakan produk kita dengan kompetitor. 
     
    Citra profesional itu wajib lho bagi perusahaan, semisal ketika kita mengeluarkan produk baru dipasaran. Kebutuhan untuk mengenalkan produk adalah keharusan. Maka itu dibutuhkanlah visual identity. Bisa berupa logo. Nah... kalau sudah ada logo langkah selanjutnya itu pengembangan produk dengan cara Branding. 

    Branding disini bukan diartikan logo yak. Tapi lebih kepada cara membuat produk nancep di otak. Bisa dilakukan dengan cara membuat promotion tool, mengadakan event, memperbanyak riset produk, memperkuat konsen ke marketing dan banyak lagi deh. 

    COntoh desain logo, desain logo, log, brand identity, merek
    Mudahnya logo dengan branding itu benar-benar BEDA! Logo lebih ke identitas visual, sedangkan Branding merupakan strategi memenangkan dan menempatkan produk di atas pasar rata-rata. Ini menurut saya lho...

    Desain logo, contoh desain logo, logo, brand identity, merek

    Siip..gitu aja deh sebenarnya saya hanya ingin pamer logo-logo klien yang telah terselesaikan. Insyalloh kapan-kapan cerita tentang cara membuat logo yang yahud versi whizisme. Tunggu yak! :D



    0 0
  • 04/15/14--16:56: IT'S MY STARTUP
  • Lagi-lagi saya mendapatkan buku tentang startup digital. Saya memperolehnya dari penerbit Metagraf - Tiga Serangkai. Thanks Metagraf memberikan buku gratis ini, saya membeli 1 juga untuk disumbangkan di acara Kopdar Blogger Nusantara. 

    startup, startup digital, technopreneur, digipreneur, business digital, book, review, lahandi baskoro

    Ngomongin tentang startup digital saya pernah juga review tentang buku StartUp di Indonesia, kalian bisa membacanya karena bahasanya lebih luas.

    Nah... kalau buku ini menampilkan hampir semua studi kasus yang diambil dari perusahaan yang berbasiskan IT. Karena kita begitu paham kalau di Indonesia bahasan Startup lebih mengacu pada perusahaan yang menggunakan teknologi informasi didalamnya.

    Membaca buku berwarna hitam dengan grafis yang asyik ini, akan disuguhi tips merancang startup sampai quote-quote para digitalpreneur. Karena menyajikan intisari dari bahasan startup, saya mudah memahaminya, ndak jlimet dan asyik membacanya.

    Apalagi sang penulis, Lahandi Baskoro sudah nyemplung di berbagai kegiatan yang berhubungan dengan teknologi digital, media dan industri kreatif. oh...ternyata dari tahun 2012 dia bergabung juga di kaskus sebagai content strategist. Sudah selayaknya Lahandi mempunya apresiasi khusus terhadap startup dengan menulis buku ini. 

    Umumnya startup digital biasanya dimulai dari masalah yang ada, sehingga founder menciptakan produk yang bersifat solutif dari masalah tersebut. Karena manfaatanya, sehingga bisa dipakai secara masif.

    Biasanya banyak calon pendiri memikirkan betapa susahnya membuat startup. Mulai membuat website yang super canggih, tampilan visual yang selangit. Padahal yang diperlukan hanya satu sifatnya solutif tadi. Sayang juga kalau menghabiskan biaya yang banyak namun tidak berdampak banyak terhadap user. 

    Dari segi pembiayaan, jangan kuatir banyak kok investor dan inkubator yang membantu mengembangkan. Sebaiknya sih memang menyeleksi investor yang satu misi dan visi dengan startup kita.So, startup bisa menjadi lebih sustainable. #tsaah...

    Makin penasaran dengan tips-trik yang lebih mendalam dalam membangun startup?... Silakan baca sendiri yak... bukunya ringan kok...

    0 0

    Well akhirnya liburan ke Semarang juga...   
    Semarang dengan penuh problematikanya, ternyata banyak menyimpan insan kreatif yang patut dicungi jempol. Perhaps, ditolong dengan mudahnya akses internet kali yak? Mereka sebebas mungkin update karya dan saling interaksi satu sama lain.

    Dan apa yang terjadi?
    Sumber-sumber kreatifitas Semarang mulai ter-endus, namun sejatinya tipikal orang semarang yang selalu adem ayem menjadikan agak tertinggal jauh dengan kota lain,namun suatu saat nanti kita akan menyusul walupun tergopoh #opoh :D


    Kumpul Kreavi, Komunita kreatif Semarang

    Saya kadang iri juga dengan Jogja yang sudah punya tempat nongkrong para Digipreneur, sebutlah Jogja Digital Valley. Kenapa yang dipilih ndak Semarang yak? padahal kantor divre Telkom Jateng-DIY (menaungi Digital Valley) berada di semarang. ah..mungkin ada pertimbangan lain, karena Semarang kota industri dan insan kreatifnya masih malu-malu kali yak?...

    KREATIF TANPA PAGAR
    Sabtu, 19 April Kreavi datang dan mengajak rembug insan kreatif di Semarang. Antusias para peserta sangat luar biasa, lebih dari 300 orang kumpul. Kreavi berhasil mendobrak batasan insan kreatif Semarang.

    Kumpul Kreavi 9, komunitas Semarang

    Bedewe, tahu Kreavi kah?...
    Kreavi dibangun sebagai platform sebagai tempat berkumpulnya para visualizer  Indonesia. Hampir sejenis dengan devianart, Behance di luar sana, tapi Kreavi itu Indonesia banget.


    Kalau berkaca dalam bisnis, Kreavi sendiri seperti Marketplace dimana talenta (SDM)  kreatif tumplek blek. Tinggal pilih-deal dan terjadilah bisnis. Nah, pilihanya pun beragam dari desain grafis, fotografi, ilustrasi, web design. Menurut cerita Benny Fajarai (founder Kreavi), member yang sudah upload karyanya di Kreavi banyak juga yg di hire menjadi visualizer di beberapa brand. Tentunya ini keren. 


    Kumpul Kreavi, Becakmabur, Benny Fajaray

    Kumpul Kreavi ke -9 ini diadakan di Udinus dan pertama kalinya di Semarang. Menghadirkan 3 pembicara yang asyik dan konsen di bidang masing-masing. Menurut saya kombinasi pembicara cukup klop dari Dadang Pribadi (Orart-Oret) berbicara masalah komunitas, Hastaning Bagus Penggalih (EggZoo) mewakili ilustrator dan peningkatan skill, serta Noviaji Wibisono (Becakmabur) lebih banyak ngobrolin bisnis/ jasa desain grafis di Semarang.
     
    Nah dari ketiganya kita bisa belajar bahwa dengan skill yang memadai serta masuk dalm jejaring komunitas, terkadang bisa menjadikan suatu bisnis. Banyak kok rintisan bisnis/ startup awal-awalnya di mulai dari teman atau komunitas.

    Semoga saja setelah acara #Kumpulkreavi anak-anak kreatif semakin membuka diri tidak malu-malu lagi dalam menampilkan karyanya ke publik. Dulu saya juga malu-malu kok menampilkan karya tapi setelah gabung di komunitas, bertambah pula PEDE nya. 

    Oke deh... ntar sambung lagi kalau semangat lagi #uhyess

    0 0
  • 05/16/14--18:27: SENYUMAN DI DESAIN LOGO
  • Some smiles include contraction of the muscles at the corner of the eyes (also known as 'Duchenne' smiling). Among humans, it is an expression denoting pleasure, sociability, happiness, or amusement. Wikipedia

    Seorang penulis Dale Breckenridge Carnegie pendiri Dale Carnegie Training, dan motivator terkenal dari Amerika Serikat menambahkan definisi yang menarik lagi. "Senyum lebih berharga dibanding sebuah pemberian yang dihadiahkan seorang pria. Dan, lebih menarik dari lipstik dan bedak yang menempel di wajah seorang wanita". 

    Nah... kalau dikaitkan dengan dunia merek banyak sekali pelajaran yang bisa diambil. Dari senyum kustomer yang membeli produk kita, akan diketahui keberlangsungn poduk kita. Apakah benar kustomer senyum dengan sangat tulusnya atau hanya sekedar terlihat di permukaan.

    Tentunya hal ini adalah kewajiban bagi pemilik brand untuk selalu mengoptimalkan produknya. Secara visual, ternyata banyak merek yang menggunakan citra senyum di desain logo mereka. Perhaps, pemilik brand dengan sangat bangga memvisualkan brand mereka sebagai produk yang dapat memuaskan konsumen,dengan artian sunggingan senyum pasti tertoreh karena puas. 

    Namun saya yakin dari brand di bawah tidak hanya visualisasinya saja yang ramah, namun kinerja di manajemenya-lah yang sekreatif mungkin membuat konsumen tersenyum. Personality is must, isn't it...

    Inspired by LogoDesignLove. Berikut penampakanya :

    design logo  logo online funny logo logo design logo design contest free logo 
    Kraft Foods (previous)

    a logo logo psd logo it logos logo contest it logo corporate logo love logo logo maker

    design logo  logo online funny logo logo design logo design contest free logo

    desain logo
    Dusseldorf, designed by BBDO


    desain logo design logo  logo online funny logo logo design logo design contest free logo
    LG, 1995 






     PeoplePC, designed by Landor


     Amazon, designed by Turner Duckworth, 2000

     Argos, designed by The Brand Union, 2010

    Etapi...ya ada juga lho brand yang tidak pakai visualisasi senyum, namun melihat barang dan pelayananya akan membuat kamu puas dan tersenyum manis.

    zalora, onlineshop, fashion store
     ZALORA

older | 1 | 2 | 3 | (Page 4) | 5 | 6 | newer